Saturday, 7 December 2019 - Buka jam 08.00 s/d jam 20.00 , Minggu libur
Home » Uncategorized » Cara Detoksifikasi Racun Dalam Tubuh Dan Mengurangi Lemak Tubuh
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Cara Detoksifikasi Racun Dalam Tubuh Dan Mengurangi Lemak Tubuh

Ditambahkan pada : September 17th, 2019
*Harga Hubungi Kami
Stock : Tersedia
Kode Produk :
Dilihat : 141 kali
Kategori : Uncategorized
Bingung Cara Order / Pesan?
Customer Service tokoherbalbekasi siap melayani dan membantu Anda.

Olahraga Rutin Namun Berat Badan Sulit Turun? Kurang Percaya Diri?

Ingin Sehat Namun Susah Menjaga Pola Makan?

Sudah Coba Berbagai Hal Namun Hasilnya Sama Saja?

(Praktekkan tips dari kami, Kamu bisa merasakan manfaatnya dalam 5-7 hari saja)

 

PENYEBAB RACUN DALAM TUBUH SULIT KELUAR/BERTUMPUK

1.  Polusi.

​Menurut sebuah laporan 2016 yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara luar telah meningkat 8 persen secara global hanya dalam lima tahun terakhir.

2. Bahan Kimia dalam Air dan Suplai Makanan.

Menurut WHO, makanan yang tidak aman mengandung bakteri berbahaya, virus, parasit atau zat kimia menyebabkan lebih dari 200 penyakit, mulai dari diare sampai kanker. Selain itu, pasokan air kota saat ini mungkin mengandung fluorida, klorin, dan timbal, ke parasit seperti Giardia, hingga pengganggu endokrin yang ditemukan dalam kontrasepsi oral.

3. Penggunaan Obat-obatan.

Penggunaan obat biasa (zat ilegal dan obat-obatan yang diresepkan) dan minum secara teratur akan mengurangi jalur detoksifikasi, terutama pada hati dan sistem pencernaan. Survei Nasional Penggunaan Obat dan Kesehatan (NSDUH) menemukan bahwa 21,5 juta orang dewasa Amerika Serikat memerangi penyalahgunaan zat pada 2014.

4. Pikiran Negatif dan Emosi.

Bahkan pikiran dan emosi negatif pun bisa diterjemahkan menjadi stres di tubuh. Stres kronis meningkatkan kadar kortisol, menyebabkan peradangan dan sejumlah kondisi penyakit. Menurut CBS News, jumlah orang Amerika yang mengaku berada dalam “tekanan ekstrem” meningkat 18 persen antara 2014 dan 2015.

5.  Pestisida.

Dalam sebuah makalah 2012 untuk National Institutes of Health, Dr. David Bellinger berhipotesis bahwa 16,9 juta poin IQ telah hilang pada anak-anak karena terpapar pestisida sehari-hari.

Namun Memang Harus Diakui 3 Hal Tersebut Sangat Sulit Dilakukan di Jaman Sekarang

Sehingga Racun dan Lemak Tubuh Semakin Sulit Hilang…

 

Berdasarkan Hasil Uji Klinis, diungkap bahwa Psyllium Husk, Inulin, Ekstrak Green Coffee, dan Teh Hijau merupakan salah satu tanaman herbal terbaik untuk Mendetoksifikasi Racun dalam tubuh dan Mengurangi Lemak Tubuh. Keunggulan Sera+ dalam mendetoksifikasi racun dalam tubuh dan mengurangi lemak tubuh adalah :

Caranya yang PRAKTIS, efeknya yang SANGAT CEPAT & tidak ada efek samping (ALAMI).

*Berikut ini adalah beberapa artikel & penjelasan tentang Essenzo Sera+ Leci dari sumber yang terpercaya

sera lecisera leci 2

SERA+ merupakan minuman kaya serat yang mengandung psyllium husk, inulin, ekstrak green coffee dan teh hijau yang sangat bagus untuk membantu mengeluarkan racun, kotoran, dan lemak dari dalam tubuh.

1. Psyllium Husk

Psyllium Husk memiliki efek membersihkan usus, merangsang usus selama pencernaan, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan mempercepat metabolisme tubuh.

Karena itu, untuk kecantikan, ini sangat efektif. Kadar kolesterol LDL yang tinggi juga dapat menyebabkan penyakit jantung dan bahaya kesehatan lainnya. Mengkonsumsi makanan berserat tinggi dapat menurunkan kolesterol LDL, Bubuk Sekam Biji Psyllium telah terbukti efektif dalam menurunkan kolesterol dan juga membantu dalam mencegah penyakit jantung.

2. Inulin

Inulin adalah salah satu jenis karbohidrat yang mengandung serat dan tergolong sebagai prebiotik. Secara alami, inulin dapat ditemukan pada berbagai buah-buahan dan sayuran, seperti bawang, pisang, bawang putih, gandum, dan sebagainya. Inulin juga merupakan salah satu jenis fruktan atau jenis karbohidrat fruktosa yang dikenal juga sebagai ‘gula buah’ yang memiliki banyak manfaat dalam menjaga kesehatan saluran cerna dan menjaga daya tahan tubuh.

Seperti prebiotik lainnya, inulin tidak dapat dicerna dan diserap dalam usus halus, sehingga saat sampai di usus besar, inulin berfungsi sebagai ‘makanan’ bagi bakteri yang dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dan menjaga keseimbangan mikroflora (bakteri baik) dalam usus besar. Bakteri baik dalam usus inilah yang berperan membuat kotoran lebih lunak, sehingga si Kecil terhindar dari konstipasi atau sembelit.

Selain sifat bifidogenik, yakni mampu menjaga pertumbuhan bakteri baik bifidobacterium di usus besar yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna, inulin memiliki beberapa manfaat lain. Di antaranya adalah:
1) Menekan jumlah bakteri jahat atau bakteri patogen dalam usus
2) Mencegah konstipasi atau sembelit
3) Merangsang sistem daya tahan tubuh
4) Membantu penyerapan kalsium yang penting untuk pertumbuhan si Kecil
5) Membantu mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak
6) Mengurangi risiko kanker usus
7) Tidak bersifat kariogenik, sehingga tidak menyebabkan karies (lubang) pada gigi

3. Ekstrak Green Coffee

  • Kopi hijau adalah kopi yang tidak melewati proses pemanggangan sehingga rasa kopi jauh lebih pahit dan aromanya tidak terlalu mencolok.

  • Kopi hijau mengandung 43 jenis polifenol. Polifenol adalah hasil metabolisme sekunder pada tumbuhan dan diketahui dapat mencegah penyakit yang berhubungan dengan OS dan komplikasinya. Polifenol utama dalam ekstrak kopi hijau adalah asam klorogenik.

  • Asam klorogenik yang terkandung di dalam kopi hijau dapat membantu menurunkan berat badan dengan mempengaruhi regulasi adiponectin dan leptin, menurunkan absorpsi glukosa dan menurunkan oxidative stress.

  • Beberapa uji farmakologis juga menyebutkan bahwa asam klorogenik dalam kopi hijau juga dapat membantu mempertahankan kadar gula darah, tekanan darah dan menurunkan risiko penyakit jantung.

4. Ekstrak Green Tea

  • Teh hijau merupakan jenis teh yang tidak melewati proses fermentasi sehingga kandungan polifenol teh masih utuh.

  • Teh hijau mengandung 10 – 50% katekin (polofenol) berupa epigalocatechin gallat (EGCG) yang merupakan sumber dari sebagian besar manfaat positif daun teh.

  • Ekstrak teh hijau mengandung polifenol yang merupakan antioksidan non-enzimatis atau antioksidan sekunder. Antioksidan ini bekerja dengan cara memotong reaksi oksidasi berantai dari radikal bebas atau dengan cara menangkapnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Tags :
KONTAK KAMI ( Fast Respond )
*Kami siap melayani Anda dengan sepenuh hati!
Hotline : -08176737648
SMS Center : -08176737648
BBM : pin 596D7A27
Via Yahoo Messenger :

Tulis komentar Anda tentang Cara Detoksifikasi Racun Dalam Tubuh Dan Mengurangi Lemak Tubuh


  • Belum ada testimoni
* klik gambar produk
Banner widget 300 - 4

produk terlarisclose